roudlotun
Hai, you can call me Nafi'ah. Lahir dan besar di Jepara. Hobi Membaca, menulis sesuatu di lembaran kertas.
Cara Menjadi Dropshipper Dari Nol Sampai Sukses Di Masa Kini – Pekerjaan Dropship itu memang cocok untuk menjadi bisnis sampingan. Bisnis yang satu ini sudah sangat populer sekarang dan banyak yang menggelutinya. Ini bukan tanpa alasan karena Dropshipper adalah pihak ketiga yang bekerjasama dengan pemilik toko untuk memasarkan produk saja. Saat pesanan datang maka pemilik toko yang akan bertanggung jawab melakukan penyediaan dan pengiriman barang sehingga droshipper mendapatkan keuntungan atas jasa penjualan.
Mau jadi seorang dropshipper? Yuk terus simak ulasan berikut:
Tentukan jenis barang yang akan di jual. Pastikan anda memilih produk yang memiliki permintaan pasar yang cukup agar lingkup penjualan anda semakin luas. Untuk meningkatkan keuntungan bisnis, anda harus memilih lebih dari satu produk. Kalau anda kesulitan memilih barang apa untuk dijual, anda bisa menganalisanya mulai dari kekurangan, kelebihan, ancaman, dan peluang bisnisnya.
Ingat dropshipper berbeda dengan reseller ya? Seoarang dropshipper tidak akan ikut camput dalam pengecekan kualitas barang yang mereka kirim, dan mereka juga tidak ikut andil dalam proses pengiriman barangnya. Oleh karena itu anda harus memperhatikan dengan ekstra terhadap pemilihan barang dari pemasok. Barang harus layak dan berkualitas, selain itu handal dalam mengelola alur pengiriman barang.
Memilih supplier yang salah akan mempersulit anda, karena semua tanggung jawab kualitas dan pengiriman barang ada pada pemilik bisnis dropship, bukan pada pihak supplier. Lebih baik membeli satu contoh produk untuk uji coba dari beberapa supplier dan menetukan siapa yang memiliki kualitas produk terbaik.
Beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam memilih produk yang bagus dari supplier:
Agar minat pembeli semakin naik terhadap barang yang anda jual, perlu menambahkan jual unik (unique selling point) terhadap produk tersebut. Kebanyakan bisnis dropshiper berlomba-lomba dengan harga yang lebih murah. Asal anda tahu ini bukan solusi yang tepat untuk membuat bisnis anda sukses.
Melakukan penambahan nilai jual bisnis merupakan suatu tantangan, karena anda tidak memiliki campur tangan dalam kualitas, pengemasan atau desain produk. Nah, anda bisa meningkatkan nilai jual dari segi lain seperti layanan pelanggan, jaminan kualitas, gratis ongkos kirim, memberikan bonus produk, menawarkan diskon untuk pembelian selanjutnya, dan lainnya.

Identitas merek adalah hal yang dapat dilihat dari sebuah bisnis seperti logo, tampilan website atau toko online, desain produk, yang akan menjadi pembeda antara produk anda dengan pesaing.
Tujuan membangun brand meski hanya sebuah bisnis dropship untuk mempresentasikan nilai dan visi dari usaha anda. Walaupun bisnis dropship adalah usaha untuk mendapatkan laba, pelanggan tak akan datang hanya karena harga produk yang murah.
Membangun brand dan identitas bisnis bisa meningkatkan kesetiaan pelanggan. Bila branding anda semakin kuat maka lebih mudah dikenal dan diingat oleh para pelanggan.
Keuntungan membangun toko online untuk bisnis dropship membantu meningkatkan rasa percaya pelanggan terhadap brand anda. setiap kelompok memiliki caranya tersendiri untuk menilai tingkat kredibilitas sebuah bisnis. Mungkin anda menilai bisnis dari berapa lama mereka beroperasi. Akan tetapi para kaum millenial akan lebih percaya kepada bisnis dengan digital presence yang kuat.
Mengingat sistem dropship merupakan bisnis yang didominasi dengan transaksi online, memiliki sebuah website merupakan hal yang tepat untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap bisnis anda.
Mau membangun website yang profesional tentu anda harus memiliki kemampuan dalam web design atau memiliki budget untuk membayar jasa web designer.
Tentunya tidak boleh ketinggalan juga harus menggunakan sistem pembayaran yang aman dan terpercaya. Toko online yang profesional juga harus memperhatikan keamanan transaksinya. Anda bisa menggunakan payment gateway pada toko online dropshipping.
Jika tidak mau keberatan untuk membayar admin untuk setiap penjualan, bisa membuka toko online di marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, BukaLapak, dan sebagainya. Sekarang marketplace sudah memiliki sistem keamanan yang terjamin baik dalam pembayaran dan transaksi sudah teruji, jadi tidak perlu repot melakukan konfigurasi teknis.
Sekarang banyak sistem dropship yang kurang berkualitas dalam memberikan layanan pelanggan. Karena bisnis dropship tidak memiliki kendali atas kualitas barang, kecepatan pengiriman, atau pengembalian barang.
Supaya bisnis dropship sukses, anda harus memiliki tanggung jawab penuh untuk melayani setiap keluhan pelanggan meskipun ada kerusakan produk dan masalah pengiriman yang berada di luar tanggung jawab anda.
Baca juga: PELUANG BISNIS ONLINE SEMAKIN POPULER MAKIN MENGUNTUNGKAN
Pertama bisa dilihat dari cara kerja mereka. Reseller bisa dibilang mirip dengan pedagang pada umumnya. Mereka harus membeli barang dulu sebelum menjualnya ke konsumen. Reseller memperoleh barang dari supplier atau distributor. Setelah mendapatkan barang tertentu, baru dijual.
Berbeda dengan dropshipper. Cara kerjanya dengan menawarkan barang ke konsumen lebih dulu lalu jika ada orderan, nanti akan di sampaikan ke supplier. Dan mulai dari sini segala urusan pengemasan dan pengiriman barang ke konsumen dilakukan supplier.
Jika bertanya mana modal yang minim? Tentu saja dropship, karena mereka tidak harus membeli barang terlebih dahulu supaya bisa dijual. Cukup modal smartphone, internet dan informasi yang memadahi, pekerjaan ini bisa dilakukan.
Dan jika memilih menjadi reseller maka anda harus mengeluarkan modal karena harus membeli barang terlebih dahulu. Besarnya modal usaha menentukan jumlah barang yang anda dapatkan. Selain itu modal seperti pulsa, paket data, dan ongkos transportasi juga dihitung. Semua itu termasuk biaya operasional sebagai reseller.
Berani keluar modal berarti akan mendapatkan keuntungan yang sepadan. Reseller jauh lebih untuk karena mereka mendapatkan barang dengan harga yang murah dan mengatur harga jual sekehendaknya. Di sinilah mereka bisa menentukan berapa keuntungan yang pengin didapatnya.
Berbeda cerita dengan dropship kerena mereka hanya bertugas memasarkan saja, jadi keuntungan yang didapat tidak sebesar reseller. Order yang diberikan dropshipper masih kalah banyak dengan pembelian reseller.
Berkerja bukan berarti tanpa resiko. Ada sejumlah konsekuensi yang bakal dirasakan oleh dua profesi tersebut.
Dari sisi dropship, meski terlihat gampang namun kenyataannya ada kekurangannya. Seldar untuk diketahui saja, namanya barang tidak selalu tersedia di supplier. Kalau ada pesanan datang mau tidak mau harus menolaknya karena barang sedang kosong. Jadi tidak ada pemasukan dech. Terlebih kalau kosongnya lama, jadi harus berhenti berdagang dulu sampai ada stok kembali.
Untuk reseller, pastinya sudah bisa anda bayangkan. Kalau barang tidak lau maka pasti akan rugi. Jadi biar tidak menumpuk lebih baik menjualnya dengan harga rugi dari pada tidak laku sama sekali.
Perbedaan selanjutnya bisa dilihat dari pelayanan yang diberikan kepada konsumen. Untuk reseller, kalau ada pesan barang maka akan langsung dilakukan pengemasan barang dan mengirimnya. Biaya pengemasan dan pengiriman menjadi tanggungannya. Dan akan dibayar bersamaan dengan barang konsumen.
Jadi dropship, anda hanya menanggung pesanan dan menyampaikannya ke supplier. Seperti sebelumnya semua diatur oleh supplier baik pengemasan dan pengirimannya. Dengan begitu anda tidak perlu memikirkan biaya ongkir sama sekali.
Baca juga: 5 Cara Menulis Rencana Bisnis yang Solid
Apapun yang anda pilih pastikan sudah mempertimbangkan dengan matang mana yang cocok dengan diri anda. Selain itu persiapkan diri untuk menerima segala konsekuensinya. Semoga infonya bermanfaat.