roudlotun
Hai, you can call me Nafi'ah. Lahir dan besar di Jepara. Hobi Membaca, menulis sesuatu di lembaran kertas.
Nama Kue Tradisional yang Masih Populer Di Indonesia – Negara kita yang tercinta ini terkenal berbagai keanekaragaman yang luar biasa sampai mendunia. Baik dari kesenian, adat, bahkan kuliner yang turut membuat orang ingin mengeksplornya. Ada makanan berat bahkan kue kering dan basah yang sangat enak dan unik. Apa sih yang nggak? Rasa yang khas dari setiap daerah membuat berbagai variasi jajanan tradisional dengan mengunakan bahan alami.
Apakah anda penggemar makanan tradisional? Sudahkah anda menjelajahi semuanya? Dari banyaknya jajanan, kue tradisional menjadi incaran banyak penggemar. Bahkan nama kue tradisional ini sudah amat familiar dan bisa ditemukan bukan dari daerah asalnya.

Sudah ada yang namanya populer di dalam negeri bahkan di luar negeri. Lalu apa saja ya nama kue tradisional yang masih eksis sampai sekarang? Apakah anda sudah pernah mencicipinya?
Nama kue khas Bali yang merupakan camilan tradisional khas masyarakat di sana, jaje laklak itu berwarna putih tapi ada juga yang berwarna hijau. Tentu saja tawaran yang digunakan dari warna daun pandan yang wangi. Pada dasarnya memang ada yang memakai pewarna coklat mudah atau merah muda. Rasanya manis dengan baluran gula jawa. Sangat pasa dengan segalas kopi panas.
Jajanan kue ringan khas Indonesia bisa di temui di pasar tradisional sampai pusat perbelanjaan modern. Terbuat dari santan, kentang, tepung terigu dan telur. Untuk menambah rasa biasa di berikan pembah rasa seperti vanila dan topping seperti kismis di atasnya. Pasa buat sajian menemani minum teh saat hangout bersama teman-teman.
Kue tradisional dengan nama onde-onde punya rasa yang sempurna membuatnya banyak digemari masyarakat. Rasanya gurih, manis, dan asin. Adonan tepung ketan yang ditaburi dengan wijen, bagian dalamnya diisi dengan pasta kacang hijau. Ada yang menambahkan pewarna pada adonan dan membuatnya dalam berbagai ukuran.
Siapa hayo yang nggak pernah dengar nama ini? Pastinya pernah dong ya. Ada rasa yang manis dan gurih. Dari campuran tepung beras dan santan ini dimasak dengan cara dipanggang menggunakan wajan besi kecil berbentuk cekung di atas arang atau bara api.
Karena langsung bersentuhan dengan api maka bagian luarnya lebih krispi dan bagian lainnya putih bersih. Serabi yang gurih biasanya lebih tebal dan disajikan dengan kelapa parut, lalu yang manis dibuat lebih kecil dan dihidangkan dengan kuah kinca. Namun sekarang sudah banyak membuat inovasi topping seperti pisang, keju, sampai coklat.
Yang bulat-bulat tidak boleh ditinggalkan dong, keberadaannya masih eksis sampai sekarang dan nama kue satu ini masih bisa ditemukan di acara resmi sebagai suguhan, juga dapat menemukannya di pasar tradisional. Bahkan restoran atau cafe papan atas sebagai teman minum teh. Dengan tekstur kenyal, diberi taburan kelapa parut dan dengan isi gula jawa cair yang sangat nikmat. Anda bisa menyebutnya kue volcano-nya Indonesia.
Bentuknya nampak cantik ya kalau dilihat dan amat menggugah selera terutama bagi penggemar manis. Sekilas seperti panekuk dengan warna yag lebih coklat. Namun kalau sudah dicicipi teksturnya lebih kenyal dan berongga di dalamnya. Manis yang pas tidak buat eneg saat memakannya. Beberapa di acara hajatan biasanya memakai kue cucur sebagai hidangan.
Berasal dari pulau Jawa ada berbagai macam getuk yang bisa dijumpai di pasaran. Mulai dari getuk lindri, getuk gulung, sampai getuk trio. Memiliki bahan dasar yang sama, yaitu singkong yang dikukus kemudian dihaluskan dengan ditumbuk sampai bertekstur kenyal. Lalu bisa dibentuk sesuai namanya. Ada yang dicetak, dipotong kotak-kotak, bahkan dibentuk mie. Tapi yang pasti lengkap dengan taburan parutan kelapa atau bisa dengan dituangkan gula merah.
Baca juga: USAHA MAKANAN PALING LARIS SAAT INI INOVATIF DAN KREATIF
Nggak asing kan dengan nama kue tradisional satu in? Anda bisa menemukannya di acara-acara perayaan seperti pernikahan atau acara adat yang lainnya. Tergolong kue basah yang terbuat dari olahan tepung beras yang diberi warna-warna cerah lalu di buat bentuk seperti mie. Disajikan dengan siraman kuah santan dan juga kinca atau saus manis berasal dari gula jawa yang dicairkan.
Buat yang tinggal di daerah Jakarta camilan khas Betawi ini bisa dijumpai dimana-mana. Pedagang kaki lima banyak yang menjual kue tradisional ini. Selalu dihidangkan fresh dan dimasak langsung di hadapan. Bagaimana tidak nama kue tradisional Pancong ini sangat nikmat kalau dinikmati dalam kondisi hangat. Bahannya dari tepung beras yang dicampur santan, adonan ini kemudian dipanggang di sebuah cetakan berbentuk khas. Bisa ditaburi irisan gula merah untuk menambah cita rasanya.
Nama kue tradisional yang masih bisa anda temukan di pagi hari yang cocok dijadikan pengganti sarapan karena porsi yang diberikan cukup mengenyangkan. Ini cocok untuk yang tidak sempat sarapan nasi. Kue manis dan gurih ini terbuat dari beras ketan, makanya cocok buat pengganti nasi. Apalagi kalau disamping ada teh hangat akan jauh lebih nikmat. Hal yang sempurna untuk mengawali hari anda.
Baca juga: 10 Cara Membangun Bisnis Kuliner Nol Sampai Sukses
Itulah beberapa nama kue tradisional yang masih eksis sampai sekarang. Apakah sudah pernah mencoba semuanya? Penggemar jajanan pasar tidak boleh ketinggalan makanan satu ini.