Cara Kerja KWh Meteran Listrik Digital

Cara Kerja KWh Meteran Listrik Digital – KWh meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur satuan daya listrik yang digunakan di dalam rumah. Sekarang KWh listrik yang biasa digunakan adalah KWh dalam bentuk analog.

Namun seiring perkembangan teknologi, mulai memperbaharui KWh meter analog menjadi KWh meteran Digital. Lalu bagaimana cara kerja KWh meteran. Yuk intip caranya satu persatu.

Cara Kerja KWh Meteran Listrik Digital

KWh Meter Analog

Pada KWh meteran analog ada beberapa komponen atau bagian utama yaitu alat penyetel, kumparan tegangan, piringan, terminal, magnet permanen, serta beberapa komponen elektronika kecil yang dapat anda lihat sendiri di meteran analog.

Elemen KWH Meter

Element penggerak dalam meteran analog terdiri dari kumparan untuk arus dan tegangan. Kalau ada arus yang melewati kumparan tersebut, maka akan muncul fluks magnet.

Elemen penggerak bisa anda lihat di elemen putar terdiri dari piringan dengan bahan konduktor dengan lekukan lubang kecil. Elemen ini akan berputar dengan poros dua bantalan yang bisa diatur, dan ada gigi roda di dalamnya.

Internal KWh Meter Analog

Ada juga element pengerem di dalamnya ada magnet permanen dan terletak mengampit piringan. Ada element penghitung , kalau anda melihatnya sebagai angka di meteran listrik anda.

Selain itu, terdapat juga alat yang bisa disebut sebagai alat penyetel di meteran listrik. Terminal terdiri dari terminal arus dan tegangan. Dan untuk alat penyetel terdiri dari penyetel beban rendah, beban

Jadi, putaran element piringan di meteran listrik anda yang kemudian akan memutar roda gigi sekaligus. Dan roda gigi secara perlahan akan memberikan informasi mengenai listrik yang telah anda pakai.

Cara Kerja KWh Meteran Listrik Digital

KWh Meter Digital

Jika KWh meteran listrik bekerja dengan prinsip kumparan induksi, maka dengan KWh meteran listrik analog cara kerjanya dengan prinsip digital juga tentunya. KWh meteran akan berjalan berdasarkan pemrograman yang sudah dimasukkan ke dalam mikroprosesornya.

Seperti KWh meteran listrk analog, KWh meteran listrik digital akan menerima input berupa sinyal tegangan. Hanya dengan alat ini, sinyal input analog akan akan dikonversi menjadi sinyal digital secara berkala.

KWh meter digital

Di KWh digital terdapat label informasi daya listrik yang anda gunakan. Indikator LED, indikator kontraktor, segel metrology, LCD untuk pengisian token dan juga keypad karet yang digunakan setiap anda memasukkan nomer token listrik prabayar ini.

Jadi, bahwa baik meteran listrik digital ataupun analog, sama-sama memiliki prinsip input yang sama. Yang berbeda hanya meteran listrik digital akan mengonversi sinyal analog menjadi sinyal digital lalu ditampilkan di layar.

Meskipun prinsip kerja yang digunakan sama, akan tetapi ada perbedaan penggunaan yang mencolok. Kalau menggunakan meteran listrik analog, anda berarti menggunakan sistem listrik pascabayar. Nah, kalau anda menggunakan meteran listrik digital berarti anda menggunakan meteran listrik prabayar.

Penggunaan meteran analog tidak memberikan keleluasaan PLN untuk mengendalikan meteran listrik di rumah anda. Meteran ini berfungsi untuk mencatat penggunaan daya listrik di rumah anda.

Dan penggunaan meteran listrik digital, anda diharuskan untuk membeli pulsa lalu di tabung sebagai daya listrik. Sebab sifatnya digital, sederhananya bisa dikatakan kalau meteran digital ini adalah meteran listrik pintar.

Menggunakan sistem ini meteran listrik akan mampu mendeteksi tabungan pulsa anda, secara serta merta memutus aliran listrik kalau pulsa anda sudah habis di pakai.

Baca juga : 5 Gangguan PLN Token Listrik yang Sering Terjadi

Nah, bagaimana sudah tahu bukan apa itu meteran listrik digital. Serta perbedaannya dengan menggunakan meteran listrik analog?

Semoga infonya bermanfaat.

Add a Comment