6 Modus Penipuan Kartu Kredit yang Sering Terjadi

6 Modus Penipuan Kartu Kredit yang Sering Terjadi – Dulu sebelum kartu kredit di terima oleh masyarakat, kartu kredit masih sangatlah asing bagi mereka dan mendapat pandangan yang buruk. Namun sekarang kenyataannya sangat berbanding terbalik, dan mereka sudah menggunakan kartu kredit sebagai alat memenuhi kebutuhan. Terutama mereka yang berbisnis dalam dunia digital.
Karena setiap transaksi untuk pembelian produk seperti website, template, dan lain-lain, umumnya lebih mudah jika menggunakan kartu kredit. Di jaman yang semua serba digital ini penggunaan kartu kredit sebagai alat transaksi sudah menjadi kebutuhan tersendiri.
Banyak sekali kemudahan yang di tawarkan dalam penggunaan kartu kredit menjadi sasaran empuk para penipu, dengan menjebak korban dan mengambil keuntungan dengan maksimal.
Seperti kasus seorang WNI tiba-tiba mendapat tagihan kartu kredit dengan jumlah puluhan rupiah dari salah satu bank. Ini tidak mengejutkan kalau memiliki kartu kredit dari bank tersebut. Tapi yang bersangkutan tidak pernah membuka rekening kartu kredit ke bank tersebut. Hal seperti ini sudah banyak terjadi di Indonesia. Dan anda sebagai nasabah harus lebih berhati-hati dalam menggunakan kartu kredit dan menjaga kerahasiaannya.
Kasus penipuan kredit ini mengatasnamakan bank besar yang ada di Indonesia seperti BCA, BNI, CIMB Niaga dan lainnya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Penyebab umumnya munculnya celah dari nasabah yang tidak menjaga rahasia identitasnya dengan baik. Jadi kemungkinan penipuan mudah terjadi.
Selain Penipuan Terdapat Pencurian Identitas Juga
Selain itu penipuan terdapat pencurian identitas, ada banyak orang dengan mudah menyebarkan nama asli, nomor handphone, hingga nomor e-KTP yang ternyata itu bisa menjadi celah adanya penipuan seperti ini. Dan hal lain yang memungkinkan adalah adanya praktek terlarang menjual data pribadi nasabah. Kalau demikian bagaimana data-data pribadi nasabah bisa diperjual belikan sedemikian rupa? Dan ini sangat jelas akan merugikan bagi nasabah.
Penipuan sering terjadi dengan pencurian identitas orang untuk dibuatkan kartu kredit yang nantinya digunakan atas nama bank yang di tuju.
Untuk menghindari segala bentuk penipuan kartu kredit, sebaiknya anda perlu tahu modus apa saja yang digunakan berikut :
1. Modus Lewat Aplikasi atau Software
 
Ini adalah modus penipuan yang paling baru yaitu agar anda mendownload suatu jenis aplikasi atau software palsu. Bila anda menyetujui untuk mendownloadnya maka yang anda download adalah sebuah virus, biasanya mereka memberikan virus Trojan.
Anda akan disuruh mendownload suatu jenis aplikasi atau software palsu. Jika anda berhasil melakukannya maka yang anda download adalah sebuah virus, dan umumnya virus yang dipakai adalah virus Trojan.
Ini kemungkinan akan membuat ponsel anda mengalami infeksi dan aplikasi yang anda akses bisa menyalin semua data rahasia dalam smartphone. Jika anda sering mendownload aplikasi baru, maka disarankan harus berhati-hati, pastikan ranting testimoni yang ada dalam aplikasi tersebut.
2. Memberi Link Palsu
 
Ada link palsu yang sudah bertebaran di dunia maya. Maka dari itu berhati-hatilah jika anda menerima email yang di dalamnya ada sebuah link. Kemungkinan link tersebut adalah link palsu yang mengarahkan anda pada halaman undian dan anda harus mengunduhnya. Sama dengan aplikasi palsu yang di dalamnya hanya ada virus yang akan merusak smartphone dan membocorkan data pribadi anda.
3. Pishing
 
Modus yang satu ini paling sering terjadi. Mereka akan menggunakan email dan nomor telepon dengan berbagai macam cara. Metode ini adalah mereka akan membohongi target dengan maksud mencuri akun milik korban.
Seperti pengajuan kartu kredit baru dan mereka kan berpura-pura seperti pegawai bank. Anda akan diminta data pribadi nama, alamat, nomor handphone hingga nomor kartu kredit beserta PIN-nya sebagai syarat pengajuan kartu kredit. Jadi jika anda merasa menerima telepon yang mencurigakan sebaiknya segera matikan saja sambungan.
Kalau ternyata mereka tahu kalau anda memiliki kartu kredit maka mereka tidak akan kehabisan akal. Mereka akan terus mencoba menawarkan limit tinggi untuk kartu kredit yang anda miliki dan mereka akan meminta data pribadi anda untuk hal ini.
Agar terhindar pastikan komor penelpon terlebih dahulu, apakah itu nomor layanan call center atau nomor resmi, bukan nomor ponsel biasa. Sebab penipu akan menggunakan nomor ponsel biasa yang seolah mirip dengan nomor layanan.
4. Memakai Penyadap Data
 
Alat penyadap data juga digunakan penipu untuk mencuri data pribadi anda. Alat ini bisa dipasang di mesin ATM atau mesin EDC, dari sini bisa dengan bebas mengambil data nasabah yang akan menjadi korban.
Sebaiknya jangan menggunakan kartu kredit saat pembayaran ke pegawai toko dan lihat juga saat penggesekan kartu kredit. Hindari melakukan penggesekan kartu kredit 2 kali kecuali transaksi gagal.
5. Mesin EDC Palsu
 
Tinggal gesek di mesin EDC toko sangat memudahkan penggunaan kartu ATM. Akan tetapi tetaplah waspada. Mesin mesin EDC sebisa dipalsukan untuk mencuri identitas. Mesin EDC palsu akan merekam data-data pribadi anda begitu menggesekan atau menekan PIN.
Biasakan memakai tanda tangan daripada PIN adalah salah satu cara terhindar dari penipuan kartu kredit loh. Jadi, jika semula anda berpikir bahwa menggunakan PIN lebih aman, maka saat ini hal itu bisa keliru. Karena penggunaan tanda tangan tidak bisa terekam di mesin EDC, jadi ini lebih aman.
Lebih baik menggunakan tanda tangan daripada PIN, ini adalah cara untuk terhindar dari penipuan kartu kredit. Anda  berpikir bahwa pin anda aman, namun anda keliru. Jadi gunakan tanda tangn saja agar tidak terekam di mesin EDC.
6. Hadiah Palsu
 
Hadiah? siapa yang tak mau dan tak tergiur dengan hadiah. Beberapa waktu yang lalu pernah ada cerita penipuan yang viral di Indonesia dengan memakai modus hadiah palsu. Anda biasanya akan ditelepon oleh penipu yang mengatakan akan mendapat hadiah berupa voucher belanja atau lainnya. Untuk itu anda diminta melengkapi data-data diri anda.
Anda biasanya akan ditelepon oleh penipu yang mengatakan akan mendapat hadiah berupa voucher belanja atau lainnya. Untuk itu anda akan diminta untuk melengkapi data pribadi anda. Jika data sudah ada di tangan maka ini akan disalahgunakan oleh penipu.
Umumnya penipu saat menelepon pun intonasinya cepat, dan seolah tak memberi kesempatan kita untuk berpikir atau bahkan membuat pertanyaan. Jadi putuskan saja jika menerima telepon yang mencurigakan. Ini digunakan agar anda tidak memiliki kesempatan untuk berpikir panjang. Dengan tidak memberi kesempatan si korban berbicara maka korban bisa langsung tunduk dan iya. Tetap waspada.
Itulah beberapa modus penipuan penipuan kartu kredit yang sedang marak terjadi. Sebagai langkah penyelamatan, anda bisa berbagi informasi untuk pemilik nasabah lainnya agar lebih berhati-hati.
Semoga bermanfaat.

Add a Comment