6 Kunci Bangkit Dari Usaha yang Bangkrut

6 Kunci Bangkit Dari Usaha yang Bangkrut – Dalam mengelola bisnis bukanlah hal yang selalu berjalan dengan mudah. Terlebih saat dihadapkan dengan kondisi dimana kinerja usaha anda mengalami penurunan. Maka sering kali anda harus mencari solusi supaya bisnis anda tetap stabil dan aman supaya tidak gulung tikar.
 
Berjalannya waktu membuat bisnis mengalami perputaran. Dimana anda sedang di masa yang sangat menguntungkan dan dimana anda harus rela dengan kenyataan harus merugi.  Saat bisnis mengalami kerugian, tetaplah semangat dan tidak putus asa karena merasa terpuruk.
 
 
 
Supaya bisnis bisa berjalan sesuai dengan yang di harapkan, maka anda harus memiliki strategi yang pas untuk dilakukan. Tidak hanya mengandalkan kecerdasan saja dan ketekunan, namun memiliki kemampuan dengan ketelitian mencari peluang dan inovasi baru untuk bisnis.
 
Apakah anda saat ini sedang dalam kondisi dimana usaha  dalam titik bangkrut? Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk menyelamatkan bisnis dari ancaman kebangkrutan.
 
1. Lakukan Evaluasi Bisnis Secara Objektif
 
Selalu melakukan evalusi setiap minggu atau setiap bulan dalam mengelola bisnis, ini akan membuat anda mengetahui titik dari keunggulan dan kelemahan bisnis. Melakukan evaluasi akan menjadikan bisnis menjadi bahan objek dan koreksi.
 
Saat bisnis mengalami penurunan, maka segera lakukan koreksi di mana letak kesalahan agar segera di atasi supaya tidak semakin terpuruk lagi. Maka koreksilah secara objektif dengan para karyawan. Pada bagian mana yang menyebabkan bisnis tidak berkembang, lalu cari cara bagaimana untuk memulihkan kondisinya.
 
2. Jangan Abaikan Peran Media Sosial
 
Sekarang semua serba digital, media sosial punya memiliki andil dalam kelancaran usaha. Sekarang semua kalangan masyarakat, baik dari kelasa atas maupun bawah bahkan semua umurpun bisa menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari untuk bertransaksi di media sosial.
 
Media sosial bisa digunakan sebagai lata promosi yang tepat untuk menyampaikan produk bisnis konsumen. Banyak akun media sosial yang bisa digunakan, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan semua platform yang lagi booming bisa digunakan sebagai alat promosi bisnis.
 
Membuat promo atau mengisinya dengan konten yang menarik serta rajin untuk memperbarui produk atau program dari bisnis anda. Anda juga bisa mengiklankan produk anda di layanan berbayar media sosial agar bisa dikenal dan menarik para pelanggan.
 
3. Jangan Enggan Tingkatkan Pelayanan ke Pelanggan
 
Di dalam bisnis adalah memiliki pelanggan. Semakin banyak pelanggan berarti bisnis anda memiliki pangsa pasar yang bagus. Maka dari itu, anda harus memberi timbal balik dengan memberi pelayanan yang lebih baik lagi pada mereka.
 
Memberi kepercayaan kepada pelanggan, seperti memberi diskon atau hadiah pada pelanggan agar mereka tidak berpindah ke orang lain. Cobalah mengikuti keinginan pelanggan dan Tanya tentang kepuasan pelanggan  terhadap produk anda.
 
Ini kalau dilakukan dengan baik, maka bisnis anda berangsur membaik. Tentu hal ini berbanding lurus dengan kinerja anda kerena kepercayaan para pelanggan.
 
4. Minta Saran pada  Ahlinya
 
Jangan terlalu banyak melamun memikirkan nasib, meminta saran kepada orang yang lebih professional atau ahli dalam bidang pengembangan bisnis. Pasti mereka memiliki banyak pengalaman dalam memberikan gambaran dalam mengelola bisnis dengan baik dan benar.
 
Sempatkan waktu untuk mengobrol dengan ahli dalam bidangnya, secara tidak langsung anda belajar tentang bagaimana menghadapi bisnis saat mengalami peningkatan atau penurunan.
 
Mendapatkan ilmu pengetahuan di bidangnya merupakan ilmu dan informasi yang paling efektif untuk mengembangkan bisnis dan menyelamatkan usaha yang bangkrut. Jangan malu untuk berkonsultasi mengenai bisnis anda pada ahlinya.
 
5. Jangan Anti dengan Ide dari Karyawan
 
Menjadi seorang atasan, tidak ada salahnya mendengarkan ide dari karyawan. Jangan bersikap egois dan merendahkan pangkat. Sebab mereka semua memiliki cara jitu dan ide yang cemerlang, sebab mereka adalah bagian dari operasional bisnis sehari-hari.
 
Jadi dengarkan pendapat mereka, saat mengadakan evaluasi bersama. Memberi kesempatan pada karyawan untuk berkontribusi lebih dengan menyumbang ide yang dibutuhkan demi kelangsungan usaha anda.
 
6. Melakukan Efisiensi dengan Tepat
 
Untuk menyelamatkan usaha yang bangkrut adalah dengan melakukan efisiensi. Melakukan penghematan dalam pengeluaran sehari-hari merupakan langkah awal efesiensi.
 
Mengurangi biaya operasional dapat menyelamatkan keberlangsungan usaha untuk ke depannya. Membeli barang yang sedang dibutuhkan agar tidak membuang biaya operasional, atau anda dapat mengurangi jumlah karyawan yang sekiranya tidak terlalu berdampak pada operasional.
 
Anda sangat beruntung kalau memang tidak pernah melakukan hal ini, sebab ini bukanlah keputusan yang baik. Kalau anda memutuskan memberhentikan karyawan, maka anda harus  menyiapkan uang pesangon dengan jumlah yang banyak dan hal ini akan semakin membebani kondisi keuangan usaha.
Maka anda bisa melakukan dengan cara lain, yaitu dengan melakukan penghematan dengan dengan memangkas biaya listrik, dan untuk rekreasi bersama karyawan atau berhenti sejenak untuk memberikan bonus kepada karyawan.
 
Seimbangkan Arus Kas Perusahaan
 
Dalam semua usaha yang ada, satu hal ini tidak bisa diabaikan. Terutama dalam penyelamatan bisnis dari kebangkrutan. Selalu melakukan pengecekan pengeluaran keuangan. Menyeimbangkan dengan pendapatan agar tidak terlalu besar sebelah. Kelola dengan baik ketika usaha anda sedang beruntung, tidak usah dihamburkan untuk hal yang kurang bermanfaat.
 
Semoga infonya bermanfaat.

Add a Comment