4 Langkah Menghindari Pembobolan Rekening Bank Bermodus SIM Swap Fraud

4 Langkah Menghindari Pembobolan Rekening Bank Bermodus SIM Swap Fraud – Anda pasti pernah mendengar berita bagaimana sebuah bisnis mengalami pembobolan keuangan senilai ratusan jutaan rupiah melalui koneksi perbankan. Bagi anda yang memiliki rekening terlebih untuk berbisnis, selalu waspada agar tidak terjadi pembobolan rekening.  Dengan memanfaatkan modus SIM swap fraud, yakni nomor atau SIM card diambil alih tanpa sepengetahuan korban.
 
Seperti biasa pelaku pembobolan membutuhkan data pemilik rekening yang akan menjadi korban. Biasanya yang paling sering digunakan adalah teknik teknik phising, vhising (voice phising), dan smishing (SMS phising). Ketiga cara ini bertujuan untuk mengelabuhi korban untuk mendapatkan data pribadi korban.
 
Ketiga teknik ini dibumbui pelaku dengan teknik social engineering, langkah pertama ini pelaku mendapatkan data-data korban sesuai dengan target apa yang mau pelaku bobol. Langkah ini dilakukan secara random ataupun spesifik. 
 
Lalu pelaku akan menggunakan data tersebut untuk meminta penggantian kartu SIM pada operator seluler dengan beragam alasan. Setelah berhasil mengambil alih nomor, pelaku akan melakukan transaksi finansial dengan mengakses akun mobile banking milik korban.
 
Pelaku akan memanfaatkan metode One Time Password atau OTP. Nomor OTP tersebut akan dikirimkan oleh bank ke SIM baru tersebut, pelaku bebas melakukan transaksi ilegal di rekening korban.
 
 
 
Maka ini sangat penting bagi anda yang sering melakukan transaksi secara digital agar selalu menjaga informasi data perbankan. Terutama nomor telepon seluler yang terhubung dengannya. Ada beberapa cara menghindari pembobolan rekening bank bermodus SIM swap fraud.
 
1. Sadar Akan Keamanan IT
 
Jangan sembarang mengklik baik itu hal yang anda kenal ataupun hal yang tidak anda kenal. Sebaiknya baca terlebih dahulu, minimal lihat pada yang lebih paham apakah ini termasuk bentuk phising atau tidak. Jadi berpikirlah sebelum mengklik.
 
2. Jaga Rahasia Perbankan
 
Jangan sembarangan menyerahkan informasi pribadi milik anda apalagi terkait data perbankan bahkan ke pihak bank sekalipun. Pihak bank tidak pernah meminta data pribadi anda. Baik itu melalui email sekalipun. Langkah ini bisa mengantisipasi dari sisi user.
 
3. Segera Lapor Ketika SIM Ponsel Mendadak Tidak Aktif
 
Jika handphone anda tiba-tiba hilang sinyal kemungkinan ada yang ganti kartu. Pastikan anda tahu nomor CS yang bisa anda hubungi baik lokal maupun internasional ketika anda sedang di luar negeri. Segera mungkin kasih tahu operator ketika ada kemungkinan pergantian SIM card secara ilegal.
 
4. Pastikan Aplikasi Mobile Banking Punya Keamanan Tinggi
 
Cara terakhir untuk mengantisipasi kalau lapisan keamanan sebelumnya sudah terbobol, pastikan aplikasi banking anda memiliki standar keamanan yang tinggi. Tolok ukurnya tidak hanya meminta user name password, tetapi juga ada SMS, email, one time password (OTP), bahkan sampai token.
Sebab keamanan tidak berbanding lurus dengan kenyamanan penggunaan. Karena semakin banyak data verifikasi, maka akan semakin tinggi tingkat keamanannya.
 
Semoga informasi di atas bermanfaat. Selalu tingkatkan keamanan dan kewaspadaan.
 
Sampai jumpa.

Add a Comment